“Hingga awal bulan Maret 2025, kami sudah menemukan sekitar 81 persen dari total kasus, atau sebanyak 889.133 kasus,” ungkap dr Ina. “Setiap tahun, terjadi peningkatan upaya dalam penemuan kasus dan pengobatan, dengan tingkat kesembuhan mencapai 90 persen.”
Dalam upaya menekan kasus TBC di Indonesia, Kementerian Kesehatan menghadapi beberapa hambatan, seperti under dan delay reporting, kurangnya pengetahuan tenaga kesehatan dalam mendiagnosis, serta investigasi kontak yang belum optimal.
“Kami terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan TBC. Peran puskesmas dan kader kesehatan sangat diperlukan dalam upaya ini,” tutup dr Ina.