Hubungan Erat Nyeri Kronis dengan Kecemasan dan Depresi

Hubungan Erat Nyeri Kronis dengan Kecemasan dan Depresi

Nyeri kronis adalah masalah besar yang memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Namun, ternyata dampaknya lebih dari sekadar gejala fisik yang dirasakan. Sebuah tinjauan terbaru menunjukkan bahwa nyeri kronis dan gangguan mental memiliki hubungan yang erat. Sekitar 40% orang dewasa yang hidup dengan nyeri kronis juga mengalami tingkat depresi dan kecemasan yang serius. Hal ini membuat kita menyadari pentingnya pengobatan komprehensif untuk kedua kondisi tersebut.

Studi ini dilakukan oleh para peneliti dari Johns Hopkins Medicine, yang menekankan perlunya skrining rutin untuk depresi dan kecemasan pada individu yang mengalami nyeri kronis. Mereka menemukan bahwa wanita, orang dewasa muda, dan penderita fibromyalgia adalah kelompok yang paling rentan terhadap masalah kesehatan mental yang berkaitan dengan nyeri kronis.

Penting untuk diingat bahwa nyeri kronis bukan hanya masalah fisik, tetapi juga dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, pengobatan kesehatan mental seharusnya menjadi bagian integral dari manajemen nyeri kronis. Sayangnya, banyak penelitian menunjukkan bahwa pengobatan untuk kedua kondisi ini sering kali terpisah.

Dr. Rachel Aaron, penulis utama studi ini, menjelaskan bahwa meskipun ada pengobatan efektif untuk depresi, kecemasan, dan nyeri kronis, namun seringkali pengobatan ini tidak terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pengobatan yang holistik untuk mengatasi masalah ini secara bersamaan.