Penemuan Fosil Terbaru Mengubah Pandangan Ilmuwan Terhadap Ukuran Tubuh Manusia Purba

Penemuan Fosil Terbaru Mengubah Pandangan Ilmuwan Terhadap Ukuran Tubuh Manusia Purba

Penemuan fosil terbaru di Gua Swartkrans, Afrika Selatan, benar-benar bikin heboh para ilmuwan, nih! Fosil dari Paranthropus robustus, spesies hominin yang hidup sekitar dua juta tahun lalu, bikin kita semua harus ngubah pikiran tentang ukuran tubuh manusia purba. Mereka hidup bersama dengan leluhur langsung manusia modern, Homo ergaster.

Sebelumnya, para peneliti udah menemukan banyak tengkorak dan gigi Paranthropus robustus di gua ini. Informasi yang didapat dari fosil-fosil ini memberikan gambaran tentang makanan dan perilaku sosial mereka. Tengkorak yang kuat dan gigi dengan enamel tebal menunjukkan bahwa mereka bisa bertahan hidup dengan makanan berkualitas rendah dan sulit dikunyah saat sumber makanan langka. Tapi, informasi tentang ukuran tubuh dan cara berjalan mereka masih sangat terbatas karena sedikitnya tulang kerangka yang ditemukan.

Tapi sekarang, ada penemuan penting nih: satu set tulang panggul, paha, dan tulang kering yang masih menyatu. Penelitian internasional yang melibatkan para ilmuwan dari Evolutionary Studies Institute di Universitas Witwatersrand (Afrika Selatan) mengungkap bahwa tulang-tulang tersebut milik satu individu muda Paranthropus robustus—kemungkinan besar perempuan. Dan ternyata, ukuran tubuh individu ini kecil banget. Tingginya hanya sekitar satu meter dengan berat 27 kilogram. Lebih kecil dibandingkan dengan “Lucy” (Australopithecus afarensis) dan “Hobbit” (Homo floresiensis).